PROUD TO BE INDONESIAN (???)

Oke, langsung aja. Saya sebenernya udah bertanya-tanya, kenapa itu orang Indonesia optimis sangat kalo bisa ngerubah Indonesia, sampe-sampe keoptimisannya itu JAUH dari logika. Trus, saya bingung sama rakyat-rakyat yang hidup di Indonesia kenapa bisa segitu bangganya ama Indonesia sampe ngucapin “PROUD TO BE INDONESIAN” apalagi pas pertandingan bola kemaren, pas Indonesia menang, bejibun keluar dari orang-orang ini kata-kata : PROUD TO BE INDONESIAN.

Saya juga heran kenapa itu para aktivis yang katanya bisa merubah Indonesia HANYA bermodalkan pemuda. Menurut akal sehat saya, (maaf jika ini sangat bertentangan dengan apa yang anda percayai)bukannya hal tersebut mustahil dilakukan, tapi KEMUNGKINAN BERHASILNYA sangat KECIL. Yang bisa membuat cara itu berhasil kalo itu orang-orang punya HOKI yang lumayan bagus.

Saya mulai aja, ini orang2 yang bangga menjadi orang Indonesia hanya saat2 ada satu atau dua orang Indonesia yang berhasil “di luar”, trus langsung aja ngoceh “PROUD TO BE INDONESIAN”. Dan itu nggak banyak, sampe di twitter pun banyak amat kata2 itu pas Indonesia menang main bola. Jujur aja, saya yang liat fenomena ini bisa ngatain “I’M NOT PROUD TO BE INDONESIAN”. Orang Indo cuma pengen senengnya aja, kata-kata yang sangat gampang keluar dari mulut-mulut ga jelas.

Oke, kita letakin itu Indonesia menang karena ngelawan orang2 kelas internasional dan berhasil mengibarkan bendera disana. Nah, saya tanya lagi, CUMA karena itu, mereka bangga dengan Indonesia? Berhasilpun Indonesia World Cup, kalo embel2 “indonesia” udah melekat ama tim bolanya, yang namanya POLITIK pasti masuk ke dalam. Itu Indonesia! Terima aja faktanya. Tim sepakbola yang mendadak jadi artis trus bolos latihan???? Itu yang mereka banggain? Saya jujur aja, melihat hal ini, saya gak bangga. Kemenangan Indonesia bakalan jadi hidangan utama para koruptor dan politikus. Bahkan menurut saya, lebih baik Indonesia gak menang.

Saya berani bertaruh bahwa orang-orang Indonesia yang dengan gampangnya mengeluarkan kata-kata itu hanya merasa PROUD pas Indonesia MENANG dan berprestasi. Dan MENUTUP segala hal-hal buruk dari Indonesia. Kasus korupsi yang gak berujung, langsung mereka caci-maki seakan-akan Indonesia bukanlah negaranya. MEREKA CUMA MAU ENAKNYA. Dan saya pribadi sangat tidak bangga akan hal itu. Saya bisa bilang, ga ada BEDANYA mereka ama politikus2 yang hanya memanfaatkan keberhasilan Indonesia dalam hal apapun untuk mendongkrak popularitas mereka. Bedanya, politikus lebih aktif, dan mereka lebih senang di twitter, facebook, dan lain2.

Permasalahan kenapa Indonesia gak berkembang bukan karena kurang optimis. Tapi orang Indonesia KELEWAT OPTIMIS sehingga skaing optimisnya, mereka lupa sama kekurangan-kekurang yang mereka punya. Berpikir segalanya bisa selesai Cuma dengan modal percaya dan optimis. Ya, bisa sih, tapi itu berlaku cuma buat diri mereka sendiri. Buat merubah Indonesia? JAUH!

Para pemuda-pemuda yang kelewat optimis bisa merubah  sesuatu bermodalkan keaktifannya kepada masyarakat. Mengubah masyarakat bermodalkan kasih sayang dan keoptimisan adalah hal yang tidak mudah. Banyak faktor lain yang mesti diperhitungkan. Watak masyarakat, UANG, nilai moral yang ada, dan lain sebagainya. Dan hal2 seperti ini tidak diperhitungkan bagi orang-orang yang kelewat optimis dan menganggap semuanya baik-baik saja.

Maaf saja, jika anda adalah salah satu pemuda yang benar2 mengubah Indonesia dengan modal optimisme, saya nyatakan bahwa itu HAMPIR MUSTAHIL. And berhadapan dengan orang-orang yang ingin hidup tapi TANPA MODAL. Anda berhadapan dengan orang-orang yang menginginkan uang untuk hidup dan hal tersebut SANGAT BANYAK. Dimana Indonesia sendiri sangat banyak koruptor kelas teri maupun kakap yang siap menghalangi jalan anda.

Keoptimisan rakyat Indonesia membuatakan mereka dari apa yang namanya KENYATAAN dan KELEMAHAN. Menganggap semuanya tanpa masalah dan optimis akan perubahan. Saya katakan, TIDAK SELAMANYA PESIMISME ITU BURUK.

Dalam tulisan ini, bukannya saya menyalahkan para-para aktivis yang berjuang “merubah Indonesia” tapi mereka melupakan hal-hal lain yang benar-benar krusial. “ada banyak orang yang ingin menikmati hidupnya tapi tidak bisa”. Orang-orang dengan kondisi ekonomi pas-pas-an, jika ingin merubah hal ini,  anda harus ingat bahwa faktor2 yang lain masih banyak. Pengedar narkoba, preman, kebutuhan mereka akan uang menjadikan hal-hal seperti ini sangat sulit dilakukan, KARENA INILAH SISTEM HIDUP DI INDONESIA.

Kembali ke bahasan utama, jika anda punya beberapa hal yang bisa membuat anda BANGGA akan Indonesia, saya punya BANYAK hal yang membuat saya tidak bangga. Tapi jangan pernah bilang bahwa NASIONALISME SAYA RENDAH. Beberapa orang yang terlalu Optimis dan bangga dengan Indonesia, menutup segala kelemahan sehingga MAYORITAS rakyat Indonesia LUPA dengan kelemahan sendiri. Gimana bisa maju kalau kelemahan aja ga disadari, tsun tzu yang ahli perang bilang “kenali sahabatmu dan lebih kepada musuhmu” (kalo ga tau tsun tzu, OUT!) dan musuh kita itu adalah KELEMAHAN kita, kelewat optimis membuat kita gak berpikir logis dan melakukan hal-hal yang percuma dan SOK IDE.

SADAR TEMAN, KALO KITA UDAH DIPERBUDAK!! Harapan apa? Harapan kosong?? Mau bangkitkan Indonesia darimana? PERUBAHAN? Sini saya bilang, gak akan ada yang SELESAI SAMA PERUBAHAN!! Sudah berapa kali Indonesia mengalami perubahan?

Dari zaman penjajah > bung karno > bung harto > reformasi > sampai sekarang

Kenapa PERUBAHAN GAK MENYELESAIKAN PERKARA? Karena MANUSIA GAK AKAN PERNAH PUAS!!!!

Gak puas dengan penjajahan, dibikin merdeka. Gak puas dengan satu pemerintahan, dibikin reformasi. Gak puas dengan reformasi, entah apa yang bakal dikerjain lagi. Manusia gak akan pernah merasa baik walaupun berubah jadi kamen rider sekalipun. PASTI ADA YANG KURANG. Makanya, walaupun para aktivis yang pengen BERUBAH, perubahan itu bisa dibilang percuma karena pasti ada aja yang mengganjal. Dan itu sangat monoton!

Jadi, menurut pandangan saya, (sekali lagi, menurut pandangan saya) kalau anda emang pengen-pengen-pengen merubah ini negri, mesti dari SISTEM! Gak bisa asal ceplos aja. Menghiraukan kelemahan dan bertindak “nge-rambo”. Asal aktif dikit aja bilang, “saya membawa perubahan”. Ngebersihin Indonesia gak bisa sekedar optimis, TAPI JUGA LOGIS!

Open-mindedness is of paramount importance if you’re simply looking for how things work or are, without bias, but what’s equally important is reasoned, rational skepticism. Don’t simply put everything on the same level of probability. –Dean Leysen

YANG PENTING BLOG!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ucapan Prihatin Kepada Seluruh Bayi di Dunia

kepada seluruh bayi di dunia yang baru saja dilahirkan. dengan tulisan ini saya ucapkan ucapan prihatin saya yang paling dalam karena anda-anda sekalian sudah dilahirkan di dunia. saya selaku penduduk senior mengucapkan rasa prihatin karena anda harus menjalani kehidupan di dunia yang sudah seperti sampah ini.

memang, tidak ada yang bisa dilakukan. tapi karena anda sudah terlanjur hidup di dunia ini, tidak ada cara lain selain bertahan hidup sebisa mungkin. selagi anda hidup, anda harus bertahan. itulah konsekuensi dilahirkan.

melihat tampang polos anda sekalian jujur saya tidak tega. pandangan mata yang masih menatap dunia dari kulit luarnya dan pandangan tanpa masalah membuat saya merasa iba. entah anda akan jadi apa nantinya saat melihat dunia tempat anda hidup seperti ini.

faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan anda secara internal dan eksternal. entah siapa yang harus disalahkan. tapi, meskipun ada seseorang yang harus bertanggung jawab atas ini, kenyataannya adalah anda sudah terlanjur dilahirkan.

mohon maaf, jika ada diantara anda yang sedang membaca ini dan merasa pesimis. percayalah, saya tidak berniat buruk sama sekali. saya hanya ingin memberitahu konsekuensi dilahirkan : sekali anda hidup, anda harus bertahan hidup.

anda harus makan, minum, mendapat pendidikan, mencari penghasilan untuk mengisi perut. kemudian akan mendapatkan kenyataan bahwa sangat sulit untuk hidup. percayalah, banyak orang-orang di dunia merasa “saya ingin hidup, tapi saya tidak bisa”.

sekali lagi, saya sangat prihatin atas dilahirkannya anda di dunia yang sudah tidak layak untuk dihidupi ini. akhir kata:

“semoga keegoisan, keberuntungan dan individualisme dapat membuat hidup anda lebih indah”

Hasbi Thaufik Oktodila

Sabtu, 24 september 2011

tidak ada yang “tidak ada” jika sudah dipikirkan

by : H. T. Oktodila

(maaf jika judulnya udah bikin ribet, karena emang tema nya berbau filsafat… bagi yg ga suka… pamit juga gapapa kok…)

ehem… saya ngutip dulu kata2 dari om Descartes : “aku ada, karena aku berpikir”

ya, kedengarannya (mungkin) rada2 simpel tapi rumit. karena, om Descartes bilang secara tersirat, eksistensi itu berhubungan dengan pikiran. pertama kali saya berpikir kalimat ini, apakah sesimple itu sesuatu dikatakan ‘ada’?

tapi saya salah, karena sebenarnya : ya, se-simple itu!

sesuatu akan ada jika dipikirkan! apapun itu. bagaimana jika ‘benda’ yang anda pikirkan itu tidak ada? contoh, situ kehilangan pensil situ, udah dicari kemana-mana, ga ketemu2, dan situ mengatakan kalo kalo itu pensil udah ‘tidak ada’. sebenarnya, pensilnya ada, hanya saja dimana keberadaannya yang tidak diketahui. pensil nya ‘ada’, di pikiran anda! benda itu ‘ada’ karena benda itu dipikirkan, dan keberadaannya diakui karena sudah dipikirkan.

sesuatu, apabila sudah dipikirkan, maka hal tersebut mendapatkan ‘eksistensi’, karena keberadaannya diakui

apakah semuanya apabila dipikirkan akan menjadi ada? YA! semuanya! bahkan “ketidak-adaan” itu sendiri (mulai ribet ni orang…)

contoh, apakah ada pohon yang terbang?

beberapa orang munngkin akan menjawab, “tidak ada!”, “mana ada!” atau “suram ni orang…!”

ya, memang, mungkin pohon yangterbang itu ga ada, tapi keberadaan si pohon sudah dipertanyakan, dan sudah singgah dalam imajinasi kita. dan dia ‘ada’ dalam pikiran kita

ah, mulai ribet yak? ini logikanya : SESUATU YANG TIDAK ADA, TIDAK AKAN DIPIKIRKAN SUSAH2

keberadaan sesuatu ‘tidak ada’, jika seseorang tidak menyadari keberadaannya. makanya, itu orang2 ga mikirin/mempertanyakan keberadaanya.

dan sesuatu ‘ada’ jika seseorang menyadari keberadaannya sehingga dipertanyakan.

sip? mudah2an bahasa saya ga terlalu sederhana… (penulisnya kampred ni..) jadi, pertanyaan saya… apakah anda ‘ada’? ada yang mikirin situ ga??? jawab sendiri…

ga usah dibawa ribet ini tulisan… Yang Penting Blog!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

5 centimeters per second

a poem which was etched on the snow splattered glass window of the train through which takaki’s distant gaze marked his eternal wait..

a poem which brought people closer and then forced them apart….

a poem which sang the testimony to time, creating wounds and creating an illusion of them being healed…

a poem written on the tracks of the lives of everyone„ moving 5 centimeters away from each other.. each second….

(http://www.imdb.com/title/tt0983213/)

well, 5 centimeter per second (5cms) sebenarnya bukan puisi… 5cms itu anime, anime yang cara penuturannya lebih mirip ke puisi.

sebenarnya saya malu mengakuinya, tapi anime satu ini bergenre romance… secara eke lebih sering ngikutin anime bergenre fighting atau mistery (ex : one piece, bleach, death note, dll). dan lagi, 5cms ini anime one hit kill (1 kali tayang langsung tamat) dan terdiri dari 3 episode yang saling terkait.

yang menarik perhatian saya di 5cms ini ada 3 : penuturan, ending, dan judul.

penuturannya sangat beda dari anime-anime lainnya yang di dominasi oleh percakapan-percakapan antar tokoh. kalau 5cms ini, tata penuturannya lebih ke narator, yang bercerita tentang kehidupannya. cara si narator (a.k.a tokoh utama) mendeskripsikan setiap kejadian sangat mangstab! makanya, bisa dibilang seperti puisi.

ending. kalo endingnya, langsung tu de poin aja, 5cms punya ending yang bisa dibilang ending yang tidak sesuai harapan. dan endingnya cukup unik. ending yang disajikan dengan serangkaian gambar-gambar tanpa dialog, dan hanya diiringi lagu sampai last hit, kemudian credits. yang jelas, eke nda bisa ngasi tau endingnya, yang pasti pasti jadi HUGE spoiler.

nah… bagian yang paling saya suka… “judul” (jreng jreeeng)

5 centimeters per second?

pertumbuhan badan? kecepatan jalan? or what?

sebenarnya, di awal anime udah di jelasin kalau yang 5 centimeters per second itu kecepatan cherry blossom pas jatuh dari pohon. nah, apa maksud ntu judul?

menurut eke, sesuai dengan cerita animenya, 5cms itu tentang hubungan manusia yang pada awalnya memiliki hubungan yang menyenangkan kemudian berjalan mengikuti arah hidupnya masing-masing. kesan yang dapat diambil dari “5 cm per second” adalah, memberikan kesan, kalo kecepatan segitu itu lambat, tapi, kalo di telaah, sebenarnya kecepatan 5 centi per detik itu nda bisa dibilang lambat, tapi bisa dibilang kecepatan yang “pasti”.

yang dimaksud ‘pasti’, kehidupan manusia itu terasa berkesan lambat, tapi, mengalami pergerakan yang pasti. analogi cherry blossoms (bunga sakura) di anime ini, menggambarkan bahwa hidup itu mulai dari segepok (sekumpulan) kemudian berpisah secara 5 cm/s mengikuti arah hidup masing-masing.

sepertinya, kalo dipikir2, itu emang bener. saya jadi keinget pas sd, smp, sma. dimana pas yang namanya “perpisahan” itu, berat nya l…ll…lumayan sulit. tapi lama-lama terbiasa. sampai pada saat sekarang. ‘berat’ yang tadi itu hilang, dan ada beberapa teman yang sudah tidak saling sapa lagi… dan menjalani kehidupan masing-masing.

kalo di terawang-terawangi lagi. emang, rasanya masa lalu (sd,smp,sma) kerasa lebih ‘mutu’ ketimbang masa sekarang. tapi, mau gimana lagi, itulah hidup. “PASTI” berjalan.

seberapa pun keinginan kita untuk mengulang, sebegitu pentingnya sesuatu yang ingin kita sampaikan di masa lalu, kalau sudah BERLALU, itu ga bakalan bisa diulang lagi. bahkan, satu detik yang lalu pun tidak bisa ketemu lagi.

makanya, Al-Ghazali bilang, “yang terjauh adalah waktu, yang terdekat adalah kematian”.

tidak heran manusia terus banding2in masa lalunya dengan masa depannya. entah masa lalunya lebih kelam atau malah lebih menyenangkan ketimbang masa sekarang. yang jelas, mau diapa2in juga, yang lalu indak bisa di ulang,

there’s only one escape way : moving forward.

Hubungan “jatuh” dengan “cepat gede”

pernah tak, kalian-kalian semua waktu kecil jatuh, trus ada orang tua yang bilang “jatuh? ga papa, itu tanda cepat gede”

bagi yang ga pernah, mungkin karena perbedaan budaya kali yak, tapi kalo di daerah saya (minang), kalo ada anak kecil jatuh, itu orang2 berumur selalu bilang kaya gitu. mungkin di daerah lain juga kaya gitu, but who knows? wawasan saya masih sempit.

nah nah nah, kempali ke poin tadi

lantas, apa hubungannya jatuh dengan cepat besar? apakah kita bertambah kalsium pas kita jatuh dan kemudian jadi tinggi? atau jatuh bisa menambah lemak? ya kaga lah!

sebenarnya, “jatuh tanda cepat besar” memiliki makna filosofis (halah…). mari kita telaah ciat per ciat (satu per satu).

apa kriteria menjadi orang gede? badan gede? bisa jadi… tinggi? masuk sih…  tapi apa yang membuat seseorang dikatain gede adalah jalan pikirannya yang udah men”dewasa” (………). banyak orang yang badannya bisa dikatakan “mak nyos” tapi jalan pikirannya masi anak-anak, sehingga orang ngatain itu si bongsor sebagai orang yang “kekanak-kanakan”.

apa yang membuat jalan pikiran seseorang jadi dewasa? yang bikin seseorang dewasa itu banyak. salah satunya adalah pengalaman. pengalaman seperti apa yang bisa bikin orang maki dewasa? salah satunya adalah pengalaman “jatuh”.

” jatuh” disini maksudnya adalah, sesuatu keadaan yang terpuruk. ato bisa dibilang, “lagi ditimpa masalah”. seseorang sering menjadi lebih bijaksana kalau dia berhasil bangkit dari keterpurukannya.

nah, uda kebuka kan?

sebenarnya, kata-kata “gapapa, itu tanda cepat gede” saat kita jatuh, mengandung makna seperti itu. barangkali orang yang nyebutnya aja ga tau arti sebenarnya, sehingga menjadi tradisi, but who knows, wawasan saya maasih sempit.

saat kita jatuh, dan si orang tua berusaha “membangkitkan” anaknya, kemudian berkata, “gapapa, itu tanda cepat gede” adalah sebuah momen pembelajaran yang diajarkan ke kita, bahwa kalo kita “bangkit” dari suatu “kejatuhan”, maka itu akan membuat kita menjadi lebih dewasa.

orang-orang tua berusaha menanamkan itu kepada kita. sebenarnya, betul kata om Mario Teguh,beruntunglah orang yang sudah “jatuh” ke titik paling rendah dalam hidupnya. kenapa? karena kalo sudah pada titik terendah, tidak ada jalan selai “keatas”. dengan kata lain, itulah momen kebangkitan kita.

hidup memang penuh masalah, dan masalah membuat kita lebih kuat. seperti pegas, yang semakin “kebawah” di tekan, semakin “tinggi” loncatnya.

nah, sekarang, waktunya pertanyaan ngawur. “apakah saya sendiri, yang sudah bicara panjang lebar mengenai kedewasaan, sudah termasuk orang yang dewasa?” jawabannya: mendekati aja enggak!

lantas, ironis sekaleee donk, saya ngajarin orang suapaya dewasa, saya sendiri belum dewasa…

jawabannya, tulisan (atau lebih tepatnya : ketikan) saya ini, adalah cara pembelajaran saya supaya lebih dewasa. intinya, saya dan juga pembaca (kalau ada yang baca tulisan ini) saya ajak supaya kita sama-sama belajar supaya kita sama-sama bisa menjadi “gede” seperti yang kita harapkan.

kalau ada yang merasa dipersulit dari tulisan saya, jangan diambil apa-apa, anggap saja tulisan saya adalah tulisan orang kurang kerjaan yang baru belajar ngetik. mau gimana lagi, Yang Penting Blog!

 

Mari belajar bercarut!!

(nb : carut = kata-kata kotor)

yow yow yow!

judul yang mantap kan! sangat menggugah dan brilian! nah, langsung saja, seperti kata mas judul… kita akan belajar bercarut disini! (huuu… turuun!!)

serius! kenapa saya membuat tulisan bangsat macam ini?

semua ini bermula dari pengamatan saya pada kehidupan sehari-hari sebagai warga negara indonesia. banyak anak-anak muda (termasuk saya) memakai kata-kata kasar saat mengekspresikan berbagai macam ekspresi.

nah lo, nah lo…

dan menariknya, carutan yang dipakai bukan hanya carutan bahasa indonesia melainkan juga bahasa inggris seperti “the f word”.

nah, saat ditanyai, pada umumnya mereka semua ga tau (dan sok tau) apa arti f**k sebenarnya.

pengembaraan berlanjut ke google. saya nyari apa sebenarnya arti kata f**k tersebut… dan… burubababa!!! saya nemu, bahwa f**k adalah istilah yang bisa dibilang “teratur”

(whaaats!!!!???)

di informasi yang saya dapatkan, f**k artinya (F)ornification (U)nder (C)oncent of the (K)ing.

istilah ini dipakai saat warga inggris jaman baheula pengen punya anak, nah mereka harus minta izin dulu sama raja. nah, kalo yang namanya FUCK udah dapat, baru mereka boleh punya anak…

ada lagi teori yang lain… katanya f**k adalah singkatan dari (F)or (U)nlawful (C)arnal (K)nowledge. gelar kehormatan ini “disematkan” kepada orang-orang yang berzina pada abad ke-15 di London, sebagai tanda malu karena sudah melakukan dosa.

nah… sekarang udah tau kan, apa arti fuck sebenarnya? banyak orang2 sekarang yang asal bersuara aja bercarut tanpa mengetahui apa makna kata-kata yang mereka ucapkan. itu sama aja dengan bahasa minangnya “ngecek dulu, baru mangango”

mestinya, sebagai orang berpendidikan, kita mesti mengetahui apa yang kita ucapkan terlebih dahulu, baru kita ucapin… ga asal bunyi saza gitu mas…

penemuan saya tentang f**k ini, dapat diambil pelajaran bahwa sebaiknya “mikir dulu sebelum ngomong”

bukannya lebih baik kalo kita tahu apa sebenarnya dibalik fenomena2 di sekitar kita. itu membuktikan, kalo wawasan kita luas, dan kalo bercarut pun, kita berada dalam sebuah pemikiran yang matang. Jangan sampai jadi “tong kosong nyaring bunyinya”.

enggak di facebook, twitter, dan lain2, kalo udah marah, ituuu aja isinya. padahal mereka ga tau dan ga mau tau apa sebenarnya yang mereka ucapin. itu nandain, kalo ucapannya ga ada isinya. setidaknya, kita tahu apa maksud, arti, dll sebelum ngucapin.

jadi…

JANGAN ASAL BACOT!

selesai… karena PASTI ga ada yang baca tulisan murahan ini, thx for not reading ^^

DOR! (judul yang ga nyambung)

ramadhan tahun ini banyak sekali yang nyesal, entah nyesal karena apa… yang jelas saya juga termasuk didalamnya… nyesal karena kurang ibadah, nyesal ga manfaatin kesempatan, dll.

eke sadar, selambat-lambatnya polisi india datang, penyesalan datang paling akhir. dan kalo yang namanya oenyesalan udah datang, kita pengen supaya waktu diulang lagi. nah, pada saat itu kita sadar kalo sebenarnya, kita udah ga bisa ngapa-ngapain kalo udah “kecolongan waktu”. yang namanya waktu udah ga bisa diulang.

“there’s no power against the TIME”

waktu, adalah kekuatan mutlak tuhan. setidaknya, itu yang saya dapat lebaran hari ini…

note : karena ga ada yang baca, thank you for leaving ^^, Yang Penting Blog