Hubungan “jatuh” dengan “cepat gede”

pernah tak, kalian-kalian semua waktu kecil jatuh, trus ada orang tua yang bilang “jatuh? ga papa, itu tanda cepat gede”

bagi yang ga pernah, mungkin karena perbedaan budaya kali yak, tapi kalo di daerah saya (minang), kalo ada anak kecil jatuh, itu orang2 berumur selalu bilang kaya gitu. mungkin di daerah lain juga kaya gitu, but who knows? wawasan saya masih sempit.

nah nah nah, kempali ke poin tadi

lantas, apa hubungannya jatuh dengan cepat besar? apakah kita bertambah kalsium pas kita jatuh dan kemudian jadi tinggi? atau jatuh bisa menambah lemak? ya kaga lah!

sebenarnya, “jatuh tanda cepat besar” memiliki makna filosofis (halah…). mari kita telaah ciat per ciat (satu per satu).

apa kriteria menjadi orang gede? badan gede? bisa jadi… tinggi? masuk sih…  tapi apa yang membuat seseorang dikatain gede adalah jalan pikirannya yang udah men”dewasa” (………). banyak orang yang badannya bisa dikatakan “mak nyos” tapi jalan pikirannya masi anak-anak, sehingga orang ngatain itu si bongsor sebagai orang yang “kekanak-kanakan”.

apa yang membuat jalan pikiran seseorang jadi dewasa? yang bikin seseorang dewasa itu banyak. salah satunya adalah pengalaman. pengalaman seperti apa yang bisa bikin orang maki dewasa? salah satunya adalah pengalaman “jatuh”.

” jatuh” disini maksudnya adalah, sesuatu keadaan yang terpuruk. ato bisa dibilang, “lagi ditimpa masalah”. seseorang sering menjadi lebih bijaksana kalau dia berhasil bangkit dari keterpurukannya.

nah, uda kebuka kan?

sebenarnya, kata-kata “gapapa, itu tanda cepat gede” saat kita jatuh, mengandung makna seperti itu. barangkali orang yang nyebutnya aja ga tau arti sebenarnya, sehingga menjadi tradisi, but who knows, wawasan saya maasih sempit.

saat kita jatuh, dan si orang tua berusaha “membangkitkan” anaknya, kemudian berkata, “gapapa, itu tanda cepat gede” adalah sebuah momen pembelajaran yang diajarkan ke kita, bahwa kalo kita “bangkit” dari suatu “kejatuhan”, maka itu akan membuat kita menjadi lebih dewasa.

orang-orang tua berusaha menanamkan itu kepada kita. sebenarnya, betul kata om Mario Teguh,beruntunglah orang yang sudah “jatuh” ke titik paling rendah dalam hidupnya. kenapa? karena kalo sudah pada titik terendah, tidak ada jalan selai “keatas”. dengan kata lain, itulah momen kebangkitan kita.

hidup memang penuh masalah, dan masalah membuat kita lebih kuat. seperti pegas, yang semakin “kebawah” di tekan, semakin “tinggi” loncatnya.

nah, sekarang, waktunya pertanyaan ngawur. “apakah saya sendiri, yang sudah bicara panjang lebar mengenai kedewasaan, sudah termasuk orang yang dewasa?” jawabannya: mendekati aja enggak!

lantas, ironis sekaleee donk, saya ngajarin orang suapaya dewasa, saya sendiri belum dewasa…

jawabannya, tulisan (atau lebih tepatnya : ketikan) saya ini, adalah cara pembelajaran saya supaya lebih dewasa. intinya, saya dan juga pembaca (kalau ada yang baca tulisan ini) saya ajak supaya kita sama-sama belajar supaya kita sama-sama bisa menjadi “gede” seperti yang kita harapkan.

kalau ada yang merasa dipersulit dari tulisan saya, jangan diambil apa-apa, anggap saja tulisan saya adalah tulisan orang kurang kerjaan yang baru belajar ngetik. mau gimana lagi, Yang Penting Blog!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s