5 centimeters per second

a poem which was etched on the snow splattered glass window of the train through which takaki’s distant gaze marked his eternal wait..

a poem which brought people closer and then forced them apart….

a poem which sang the testimony to time, creating wounds and creating an illusion of them being healed…

a poem written on the tracks of the lives of everyone„ moving 5 centimeters away from each other.. each second….

(http://www.imdb.com/title/tt0983213/)

well, 5 centimeter per second (5cms) sebenarnya bukan puisi… 5cms itu anime, anime yang cara penuturannya lebih mirip ke puisi.

sebenarnya saya malu mengakuinya, tapi anime satu ini bergenre romance… secara eke lebih sering ngikutin anime bergenre fighting atau mistery (ex : one piece, bleach, death note, dll). dan lagi, 5cms ini anime one hit kill (1 kali tayang langsung tamat) dan terdiri dari 3 episode yang saling terkait.

yang menarik perhatian saya di 5cms ini ada 3 : penuturan, ending, dan judul.

penuturannya sangat beda dari anime-anime lainnya yang di dominasi oleh percakapan-percakapan antar tokoh. kalau 5cms ini, tata penuturannya lebih ke narator, yang bercerita tentang kehidupannya. cara si narator (a.k.a tokoh utama) mendeskripsikan setiap kejadian sangat mangstab! makanya, bisa dibilang seperti puisi.

ending. kalo endingnya, langsung tu de poin aja, 5cms punya ending yang bisa dibilang ending yang tidak sesuai harapan. dan endingnya cukup unik. ending yang disajikan dengan serangkaian gambar-gambar tanpa dialog, dan hanya diiringi lagu sampai last hit, kemudian credits. yang jelas, eke nda bisa ngasi tau endingnya, yang pasti pasti jadi HUGE spoiler.

nah… bagian yang paling saya suka… “judul” (jreng jreeeng)

5 centimeters per second?

pertumbuhan badan? kecepatan jalan? or what?

sebenarnya, di awal anime udah di jelasin kalau yang 5 centimeters per second itu kecepatan cherry blossom pas jatuh dari pohon. nah, apa maksud ntu judul?

menurut eke, sesuai dengan cerita animenya, 5cms itu tentang hubungan manusia yang pada awalnya memiliki hubungan yang menyenangkan kemudian berjalan mengikuti arah hidupnya masing-masing. kesan yang dapat diambil dari “5 cm per second” adalah, memberikan kesan, kalo kecepatan segitu itu lambat, tapi, kalo di telaah, sebenarnya kecepatan 5 centi per detik itu nda bisa dibilang lambat, tapi bisa dibilang kecepatan yang “pasti”.

yang dimaksud ‘pasti’, kehidupan manusia itu terasa berkesan lambat, tapi, mengalami pergerakan yang pasti. analogi cherry blossoms (bunga sakura) di anime ini, menggambarkan bahwa hidup itu mulai dari segepok (sekumpulan) kemudian berpisah secara 5 cm/s mengikuti arah hidup masing-masing.

sepertinya, kalo dipikir2, itu emang bener. saya jadi keinget pas sd, smp, sma. dimana pas yang namanya “perpisahan” itu, berat nya l…ll…lumayan sulit. tapi lama-lama terbiasa. sampai pada saat sekarang. ‘berat’ yang tadi itu hilang, dan ada beberapa teman yang sudah tidak saling sapa lagi… dan menjalani kehidupan masing-masing.

kalo di terawang-terawangi lagi. emang, rasanya masa lalu (sd,smp,sma) kerasa lebih ‘mutu’ ketimbang masa sekarang. tapi, mau gimana lagi, itulah hidup. “PASTI” berjalan.

seberapa pun keinginan kita untuk mengulang, sebegitu pentingnya sesuatu yang ingin kita sampaikan di masa lalu, kalau sudah BERLALU, itu ga bakalan bisa diulang lagi. bahkan, satu detik yang lalu pun tidak bisa ketemu lagi.

makanya, Al-Ghazali bilang, “yang terjauh adalah waktu, yang terdekat adalah kematian”.

tidak heran manusia terus banding2in masa lalunya dengan masa depannya. entah masa lalunya lebih kelam atau malah lebih menyenangkan ketimbang masa sekarang. yang jelas, mau diapa2in juga, yang lalu indak bisa di ulang,

there’s only one escape way : moving forward.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s